Senin, 12 November 2012

Tanggung Jawab Sosial


Sebagai seorang mahasiswa, tentunya sudah tidak asing lagi dengan jasa print. Jasa print adalah usaha percetakan dalam skala kecil sehingga tidak jarang kita temui usaha ini digabungkan dengan usaha lain seperti warnet maupun photocopy. Jasa print yang bermodalkan minimal 1 set PC dan printer ini sering kita temui di lingkungan kampus dan sekolah karena memang target pasar mereka adalah pelajar.

Pengusaha jasa print sangat bervariatif dikarenakan modalnya yang tidak banyak dan resiko yang tidak besar. Dikarenakan alasan di atas, tidak jarang kita temui mahasiswa yang membuka usaha print sebagai sampingan. Bermodalkan karyawan dengan ilmu pas pasan serta PC dan printer yang minimalis, usaha ini sudah dapat dibuka. Namun terdapat beberapa masalah yang dapat terjadi dalam usaha jasa print ini, salah satunya adalah pemborosan kertas.

Pemborosan kertas adalah salah satu hal yang dapat menyebabkan terjadinya pemborosan sumber daya alam (karena kertas berasal dari olahan pohon) dan sebagai masyarakat yang peduli lingkungan, pemborosan kertas sudah seharusnya kita hindari. Pemborosan ini dapat berasal dari kesalahan mencetak, kelebihan maupun sisa sisa cetakan yang sudah tidak terpakai. Hasil dari sisa cetakan ini sebagian besar masih dapat dipakai namun lebih sering kita jumpai kertas kertas sisa ini dibuang ataupun dibakar.

Secara tidak sengaja, saya pernah menjumpai salah satu tempat print yang peduli akan pemborosan kertas di salah satu fakultas universitas di depok. Sang penjaga tempat print ini selalu mengumpulkan kertas sisa yang masih layak pakai (coretan hanya pada satu sisi) untuk dipakai nantinya sehingga jika ada pelanggan yang hendak melakukan printingkertas tersebut dapat dipakai denga persetujuan pelanggan. Sang penjaga print juga kerap kali meminta diktat kuliah, draft penulisan sampai dengan sisa sisa lembar ujian yang tidak terpakai untuk tidak dibuang. Hal yang luar biasa adalah walau kertas bekas ini lebih banyak diberikan dari pelanggan, sang penjaga print tidak keberatan jika ada pelanggan lain yang mengambil kertas ini untuk keperluan di luar jasa print. Walau jasa print ini adalah bisnis untuk mencari profit, namun kita perlu meniru sikap penjaga print yang peduli akan lingkungan walau dengan tindakan yang sederhana.

Senin, 06 Februari 2012

Save Water


1. Pesan

Text : Pergunakanlah air sebaik-baiknya.

2. Transformasi

Konsep : Musim kemarau merupakan salah satu penyebab air menjadi kering.

3. Pesan yang akan disampaikan

Deskripsi : Air merupakan sumber kehidupan manusia yang berasal dari alam. Tanpa air, kebutuhan hidup kita tidak akan tercukupi. Maka dari itu, kita harus menggunakan air sebaik mungkin dan sesuai kebutuhan. Jika kita tidak peka terhadap penggunaan air, maka air bisa mengalami kekeringan. Selain itu, air juga bisa mengalami kekeringan akibat musim kemarau, tanah menjadi gersang dan tidak mengandung air. Jadi, penghematan pemakaian air tidak perlu menunggu sampai datangnya musim kemarau, tetapi hendaknya kita menghemat air sejak dini sesuai dengan kebutuhan kita.

4. Komponen Grafik

- Air yang berwarna biru

- Tanah gersang dan kekeringan yang berwarna coklat muda


Sabtu, 21 Mei 2011

Perbedaan Web 1.0, Web 2.0, dan Web 3.0

a. Web 1.0

Web 1.0 secara umum dikembangkan untuk pengaksesan informasi dan memiliki sifat yang sedikit interaktif. Sifat dari web 1.0 adalah read. Ciri-ciri umum yang mencolok yaitu consult, surf dan search. Jadi web 1.0 hanya digunakan untuk browsing atau mencari informasi tertentu. Beberapa ciri khas dari web 1.0 antara lain :

1. Halaman statis

2. Penggunaan framesets

3. Online guestbook

4. GIF tombol

b. Web 2.0

Teknologi web 2.0 mulai dikembangkan sekitar tahun 2004. Web 2.0 merupakan teknologi web yang menyatukan teknologi-teknologi yang dimiliki dalam membangun web. Penyatuan tersebut merupakan gabungan dari HTML, CSS, JavaScript, XML, dan AJAX. HTML selalu disandingkan dengan CSS untuk mempercantik tampilan web. JavaScript membuat tampilan yang dinamis. XML digunakan untuk mendefinisikan format data. AJAX adalah penggabungan dari JavaScript dan XML yang menekankan pada pengelolaan konten.

Sifat dari web 2.0 adalah read write. Web 2.0 mempunyai kelebihan dimana interaksi sosial di dunia maya sudah menjadi kebutuhan, sehingga era Web 2.0 ini memiliki beberapa ciri mencolok yaitu share, collaborate dan exploit. Web 2.0 telah mengarah ke konsep pengembangan dan evolusi web dan budaya masyarakat host layanan, seperti situs jaringan sosial, situs berbagi video, wiki, blog, dan folksonomies. Beberapa fitur yang dimiliki web 2.0 antara lain :

1. CSS (Cascading Style Sheets)

2. Aplikasi Rich Internet atau berbasis Ajax

3. Markup XHTML

4. Sindikasi dan agregasi data menggunakan RSS/Atom

5. URL yang valid

6. Folksonomies

7. Aplikasi wiki pada sebagian atau seluruh Website

8. XML Web-Service API

c. Web 3.0

Web 3.0 adalah salah satu istilah yang digunakan untuk menggambarkan tahap evolusioner dari web 2.0. Teknologi web generasi ketiga ini merupakan perkembangan lebih maju dari web 2.0 dimana disini web seolah-olah sudah seperti kehidupan di alam nyata. Web 3.0 memiliki ciri-ciri umum seperti suggest, happen dan provide. Teknologi-teknologi dari web 3.0 antara lain :

1. SOAP (Simple Object Access Protocol) adalah standar untuk bertukar pesan-pesan berbasis XML melalui jaringan komputer atau sebuah jalan untuk program yang berjalan pada suatu sistem operasi (OS) untuk berkomunikasi dengan program pada OS yang sama maupun berbeda dengan menggunakan HTTP dan XML sebagai mekanisme untuk pertukaran data.

2. REST adalah suatu gaya arsitektur perangkat lunak untuk untuk pendistibusian sistem hipermedia seperti WWW.

3. WSDL merupakan format XML yang diterbitkan untuk menerangkan webservice.

4. WDDX (Web Distributed Data eXchange) merupakan mekanisme pertukaran data dari lingkungan yang berbeda.

Sedangkan letak perbedaan Web 1.0 dan Web 2.0 yaitu :

1. Perilaku pengguna Membaca Menulis.

2. Pelaku utama Perusahaan Pengguna/Komunitas.

3. Hubungan dengan server Client-server Peer to peer.

4. Bahasa pemrograman penampil konten HTML XML.

5. Pola hubungan penerbit-pengguna Searah Dua arah/ Interaktif.

6. Pengelolaan konten Taksonomi/ direktori Folksonomi/ tag.

7. Penayangan berbagai kanal informasi Portal RSS/Sindikasi.

8. Hubungan antar pengakses Tidak ada Berjejaring.

9. Sumber konten Penerbit/pemilik situs Pengguna.


Sumber :

http://tutorial.upipa.com/2011/01/24/situs-web-definisi-sejarah/

http://id.wikipedia.org/wiki/Pemrograman_web

http://ilmawan.student.umm.ac.id/2010/07/28/konsep-internet-website-masa-depan-dengan-web-generasi-tiga-web-3-0/

Rabu, 29 Desember 2010

Pengaruh New Media

New Media adalah Media adalah suatu alat baru yang menghubungkan kita dengan dunia luar. Tanpa media, kita menjadi sulit mengetahui hal-hal yang terjadi di sekeliling kita. Oleh karena itu, new media disebut juga sumber informasi utama bagi seluruh orang di dunia. Contoh dari new media adalah internet dan handphone. Perkembangan new media membawa pengaruh positif dan negatif baik bagi diri sendiri maupun budaya.

Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini meliputi jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon (baik kabel maupun gelombang elektromagnetik).Jaringan jutaan komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Pengaruh positif dari internet bagi diri sendiri adalah dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia. Sedangkan, negatifnya adalah terbukanya akses negatif (pornografi) di internet. Pengaruh positif internet terhadap budaya adalah lebih mudah mengenalkan budaya Indonesia ke dunia dan dapat mengetahui budaya negeri lain dengan cepat. Sedangkan, negatifnya adalah terpengaruh oleh budaya negeri lain yang buruk.

Handphone adalah media elektronik yang sangat berguna dalam bidang komunikasi. Melalui handphone, individu dapat saling berkomunikasi, bertukar pikiran, pendapat dan lain sebagainya dengan cepat, mudah dan menyenangkan. Selain berkomunikasi yang menjadi fungsi utama, handphone juga berpengaruh pada kondisi psikis pemakainya. Hal ini dikarenakan fitur handphone yang sudah berintegrasi dari sekedar komunikasi dengan layanan telephone dan short message service (sms) menjadi internet, 3g, chatting dan lain-lain. Layanan layanan tersebut secara tidak disadari menjadi media hiburan bagi pemakainya.

Handphone yang pada zaman dahulu merupakan kebutuhan tersier, dalam rentan waktu beberapa tahun mulai datang sebagai kebutuhan sekunder bahkan primer. Integrasi yang cepat ini tentunya mempunyai dampak buruk bagi pemakainya, diantaranya adalah ketergantungan berlebih pada handphone, mudahnya tindakan kriminal via handphone, serta yang paling buruk adalah menjadi pembentuk moral bagi kalangan muda. Mengapa pembentuk moral? Hal ini dikarenakan Handphone mulai menjadi kebutuhan untuk masyarakat usia 15tahun kebawah yang masih dalam tahap pembentukan moral.

Handphone terhadap budaya, tentunya membawa hal yang sangat baik, terutama bagi mereka yang pergi merantau jauh dari asal kebudayaannya. Dengan handphone, individu yang jauh dapat merasakan budayanya dengan jalur komunikasi mudah, cepat dan menyenangkan. Selain hal tersebut tentunya handphone bisa menjadi media penyaluran budaya yang tepat bila digunakan tepat guna. Sebagai contoh budaya sopan santun tetap bisa dilakukan tanpa ongkos yang terlalu mahal. Dengan hanya mengirim sms, kita dapat menyapa sanak saudara dan kerabat sehingga silahturahmi tetap terjalin baik.

Sebaliknya, handphone juga memiliki pengaruh buruk dalam budaya. Salah satunya adalah masuknya budaya praktis dan instant dalam kebudayaan itu sendiri yang lambat laun akan merusak budaya aslinya. Sebagai contoh, bila tidak digunakan tepat guna, handphone yang menjadi media komunikasi untuk silahturahmi dapat menggantikan silahturahmi itu sendiri. Jika pada awalnya masyarakat bersilahturahmi dengan mendatangi rumah dan bercakap-cakap, dengan handphone, hal tersebut tidak akan terjadi sehingga merusak arti silahturahmi yang seharusnya saling bertatap muka, menjadi silahturahmi praktis dalam konteks maya.